Talang Arah, Bengkulu Utara – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Talang Arah, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, semakin memprihatinkan. Setidaknya 5 kilometer jalan desa mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Talang Arah, Ramdani, yang mengungkapkan keresahannya atas dampak kerusakan jalan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Kerusakan jalan ini bukan hanya sekadar lubang dan retakan. Di beberapa titik, badan jalan nyaris tidak terlihat karena tertutup lumpur dan bebatuan. Kondisi ini semakin diperparah saat musim hujan tiba, membuat akses jalan menjadi sangat sulit dilalui, bahkan membahayakan keselamatan pengendara.
“Kondisi jalan yang rusak ini sudah berlangsung cukup lama. Kami sudah berupaya melakukan perbaikan seadanya dengan swadaya masyarakat, namun karena keterbatasan dana dan alat, hasilnya tidak maksimal dan kerusakan kembali terjadi,” ujar Ramdani, saat ditemui di kantor desa, Rabu (02/06/2025).
Dampak kerusakan jalan ini sangat signifikan bagi perekonomian desa. Talang Arah merupakan desa agraris dengan potensi pertanian yang cukup besar. Namun, akses yang sulit membuat biaya transportasi hasil panen meningkat drastis. Petani terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa kendaraan yang mampu melewati jalan rusak, atau bahkan terpaksa menjual hasil panen dengan harga yang lebih rendah di tingkat desa.
Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah kesulitan untuk pergi ke sekolah, terutama saat musim hujan. Begitu pula dengan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, akses ke puskesmas atau rumah sakit menjadi terhambat. Beberapa warga bahkan terpaksa menunda berobat karena kesulitan transportasi.
Ramdani menambahkan, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada Pemerintah Daerah melalui berbagai saluran. Namun, hingga saat ini, belum ada realisasi yang signifikan. Masyarakat Desa Talang Arah sangat berharap agar Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak ini.
“Kami sangat berharap Bapak Bupati dan jajaran Pemerintah Daerah dapat melihat langsung kondisi jalan di desa kami. Kami yakin, jika Bapak Bupati melihat sendiri, pasti akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” harap Ramdani.
Beberapa dampak negatif akibat kerusakan jalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Talang Arah antara lain:
- Peningkatan Biaya Transportasi: Petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengangkut hasil panen.
- Penurunan Harga Jual Hasil Pertanian: Petani terpaksa menjual hasil panen dengan harga lebih rendah.
- Kesulitan Akses Pendidikan: Anak-anak sekolah kesulitan pergi ke sekolah, terutama saat hujan.
- Hambatan Akses Kesehatan: Warga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
- Potensi Kecelakaan Meningkat: Kondisi jalan yang rusak meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat Desa Talang Arah berharap agar Pemerintah Daerah segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan. Perbaikan jalan ini bukan hanya sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan perekonomian desa. Perbaikan 5 kilometer jalan di Desa Talang Arah bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi urgensi yang mendesak.
Pemerintah Daerah diharapkan dapat segera merespon keluhan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang rusak. Dengan infrastruktur yang memadai, Desa Talang Arah dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara.